Voli, Doa Peremluan dan Doa-doa yang Terucap

Cuaca masih panas ditambah saling memberi bola yang tegang. Lapangan voli di Lapangan Golong Besi semakin ramai. Bukan sekadar kompetisi. Setiap tim yang bertanding membawa cerita mereka, terutama para perempuan jemaat yang berpartisipasi dengan penuh dedikasi.

Pertandingan penuh semangat dan kehangatan dengan konstum warna biru, kuning, merah membuat tim dari tiap sektor seperti ada dalam laga-laga nasional.

Sorot mata mereka menunjukkan tekad yang kuat, wajah-wajah penuh senyum menanti aba-aba. Mereka tidak hanya bertanding untuk menang, tetapi juga untuk merayakan kebahagian atas anugerah Tuhan. Setiap pukulan, setiap operan, adalah wujud dari semangat kebersamaan yang telah mereka bangun.

Tak kalah bersemangat, penonton dengan semangat menampilkan aura yang sama. Dengan jempol teracung ke atas, mereka menunjukkan optimisme dan kehangatan. Mereka bukan hanya lawan di lapangan, tetapi juga saudara seiman yang berbagi sukacita yang sama.

 

Pakaian mereka mungkin berbeda, tetapi tujuan mereka sama: memuliakan Tuhan melalui setiap langkah dan keringat yang tertumpah.

Inilah perjalanan Iman di balik setiap pertandingan dan perayaan, ada peran sentral yang dimainkan oleh para perempuan jemaat. Mereka adalah tiang doa, penopang spiritual yang tak pernah lelah memohon berkat bagi jemaat dan gereja.

Ada yang sambil duduk di bangku penonton, atau bahkan berpose bersama, mereka memancarkan kekuatan dari dalam. Setiap kerutan di wajah adalah bukti perjalanan panjang, setiap tatapan adalah cerminan ketulusan hati.

Ketika turnamen ini digelar, mereka tidak hanya hadir sebagai pemain atau penonton. Mereka hadir dengan doa-doa yang tak terucap, memohon agar perayaan HUT GPM ke-90 ini menjadi momen untuk tetap menguatkan jati diri sebagai warga gereja, meneguhkan iman, dan membawa damai.

Mereka adalah motor penggerak, yang dengan kerendahan hati dan keteguhan iman, memastikan api kasih terus menyala di hati setiap jemaat di dalam kebersamaan yang melampaui pertandingan.

Laga voli ini lebih dari sekadar olahraga. Ia adalah wadah di mana berbagai generasi berkumpul, berbagi tawa, dan menyatukan hati. Ada para pemain, para pendukung yang setia, dan juga para sesepuh jemaat yang duduk dengan tenang di tribun penonton.

Mereka mengamati dengan bangga, melihat bagaimana anak-anak mereka akan meneruskan tradisi iman mereka.

Terlihat jelas kebersamaan yang terjalin. Di tribun, para penonton, baik tua maupun muda, duduk berjejer, menantikan setiap momen seru dari pertandingan. Mereka adalah bagian dari cerita ini, dari kasih yang mengalir di antara jemaat.

Pertandingan ini mungkin akan berakhir, tetapi cerita tentang persatuan, doa, dan peran sentral perempuan jemaat dalam merayakan HUT GPM ke-90 ini akan terus dikenang bahwa Jemaat GPM Mayau bukan hanya sebuah tempat bahagia bagi hati yang tulus mencintainya, bahkan sebagai sebuah keluarga besar yang hidup dalam kasih dan kebersamaan.

Penulis : nw