
Jelang perayaan Hari Ulang Tahun Laki-laki GPM ke-39, Jemaat GPM Mayau merayakan dengan cara yang tak biasa dan penuh makna: sebuah pesta pangan lokal yang menampilkan kekayaan alam dan kuliner Maluku utara.
Di bawah bimbingan Majelis Jemaat dan semangat kemitraan yang kuat, acara ini menjadi ajang di mana setiap peserta bukan hanya bersaing, tetapi juga merayakan kebersamaan. Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti setiap sudut.
Dua orang perwakilan dari setiap unit jemaat bekerja sama meramu rempah dan ikan segar, menciptakan hidangan dengan berbagai cita rasa unik. Pemandangan ini mengingatkan kita pada keindahan Batang Dua, tempat di mana ikan-ikan laut terbaik ditangkap, dengan rasa manis yang khas.
Para peserta dengan bangga menyajikan karya-karya mereka, menampilkan keahlian memasak yang luar biasa. Berbagai hidangan lokal menjadi bintang utama, seperti:
Garu Kuning Ikan Tuna: perpaduan rempah kuning yang kaya dengan lembutnya daging tuna.
Woku Balanga Ikan Rato dan Garopa: perpaduan bumbu woku yang khas, dimasak dalam belanga yang menciptakan aroma menggugah selera.
Ikan Bubara Asam Padis: hidangan dengan cita rasa pedas dan asam yang menyegarkan, khas kuliner Maluku.
Ikan Tuna Woku Balanga, Gohu, dan Woku Uap: kreasi olahan tuna yang beragam, dari yang dimasak dengan woku yang pekat, diolah menjadi gohu yang segar, hingga yang dimasak dengan cara dikukus untuk mempertahankan rasa asli.
Ikan Pepes: hidangan ikan yang dibungkus daun, dimasak hingga bumbunya meresap sempurna. Penonton yang hadir sangat antusias, tak sabar mencicipi hidangan yang disajikan.
Sementara para juri, dengan pengalaman dan kecintaan pada masakan lokal, mengamati setiap detail, mulai dari presentasi hingga rasa. Momen-momen ini menangkap esensi kegembiraan dan kebanggaan pada warisan kuliner mereka.
Acara ini tidak hanya sekadar lomba masak, melainkan perwujudan dari semangat kebersamaan, kemitraan, dan rasa syukur. Melalui hidangan-hidangan lokal yang lezat, Jemaat GPM Mayau berhasil merajut persatuan, membuktikan bahwa makanan bukan hanya kebutuhan, tetapi juga alat untuk menyatukan hati.
Selamat merayakan Hut Laki-laki Gereja Protestan Maluku yang ke-39.
Penulis : wn
















