

Gereja Protestan Maluku (GPM) berusia 90 tahun. Sembilan dekade yang terukir dalam sejarah pada 6 September nanti, bukan hanya sebagai angka bagi Jemaat, melainkan sebagai cerita panjang tentang iman dan kebersamaan.
Menyambut perayaan Hari Ulang Tahunnya kali ini terasa istimewa, khususnya di Jemaat GPM Mayau. Suara tawa dan semangat yang terpancar dari setiap sudut lapangan seolah menjadi melodi syukur.
Di tengah kemeriahan itu, Pdt. A.B. Sarioa/Haurissa, Ketua Majelis, berdiri di hadapan jemaat. Sapaan hangatnya membuka serangkaian kegiatan yang sudah dinanti-nanti.
Lomba-lomba ini bukan sekadar kompetisi, tetapi sebuah perayaan akan persaudaraan.
Setiap peserta, dari yang paling muda hingga yang paling tua, membawa satu semangat yang sama: Api Injil. Simbol GPM yang tak pernah padam.




Foto-foto yang diabadikan dengan lembut menangkap momen-momen itu. Ada sorotan mata penuh haru saat Pdt. Sarioa/Haurissa menyampaikan sambutannya.
Ada senyum tulus dari Pnt. Marco Misa dan tim panitia yang bekerja keras memastikan semuanya berjalan lancar.
Mereka adalah tangan-tangan yang merangkai kebahagiaan itu. Namun, yang paling berkesan adalah wajah-wajah yang penuh kebanggaan.
Setiap individu, anak-anak yang berlomba dengan riang, para orang tua yang setia mendampingi, dan semua yang datang mereka adalah Torang GPM. Sebuah identitas yang melekat, yang tak bisa dilepaskan.
Semangat kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa GPM adalah rumah, tempat di mana setiap orang merasa menjadi bagian dari satu keluarga besar.




Perayaan ini menjadi pengingat bahwa iman tidak hanya hidup di dalam ibadah, tetapi juga dalam tawa, dalam kebersamaan, dan dalam setiap langkah yang kita ambil.
Sembilan puluh tahun GPM adalah cerita tentang kekuatan iman yang terus bersemi di dalam hati setiap jemaatnya. Sebuah cerita yang akan terus menginspirasi di Maluku dan Maluku Utara. Â
Penulis : Pdt. Wirol Haurissa
















